Biografi Eyang Nur Khandam Sentolo Yogyakarta
SEJARAH SUSUR GALUR BANI H. SHOLEH (KROMOJOYO 1860 – 1938)
![]() |
| Griya Kasepuhan Mbah H. Sholeh |
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhaammad, wa ‘ala aalihi wa
shahbih.
Eyang Nur Kandam Sebagi Leluhur (Pregnitor)
H. Sholeh atau nama aslinya Kromojoyo (1860 – 1938) adalah putra ke-5 dari 12 putra-putri eyang Nur Kandam (1783 – 1871) yang bertempat tinggal di desa Goangsan Kelurahan Sri Kayangan Kecamatan Sentolo, Kulonprogo Yogyakarta.
Diperkirakan Eyang Nur Kandam hidup antara tahun 1783 –
1871. Saat beliau berusia 40 tahun,
terjadi Perang Diponegoro melawan kolonial Belanda (1825-1830).
![]() |
| Ilustrasi Penangkapan Pangeran Diponegoro |
Berdasarkan informasi, beliau adalah salah seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang diburu serdadu Belanda setelah pangeran Diponegoro tertangkap atas kelicikan dan modus pengkhianatan (28 Maret 1830).
Baca: Sejarah Perang Diponegoro
Tersaksikan bahwa, tempat tinggal Eyang Nur Kandam dulunya
adalah daerah yang gersang dan tandus. saat itu masih sangat jarang penduduk
yang tinggal di daerah tersebut, karena minimnya sumber air dan tanah potensi
untuk bercocok-tanam.
Dari hasil penelusuran anak-cucu, masih terdapat
peninggalan-peninggalan beliau, antara lain berupa:
Makam Eyang Nur Kandam, dan beberapa makam yang lain di atas bukit berbatu dan gersang yang masih ditumbuhi pohon Bambu, pohon melinjo, dan pohon kelampis.
- Gentong (padasan), benda pendinggalan ini berfungsi sebagai tempat air untuk berwudu, berupa padasan (gentong= tanah dengan mulut sebagai pancuran keluaran air yang bisa disumbat). Kabarnya, gentong tersebut pernah hilang dicuri orang dengan maksud komersial barang antik, tetapi entah bagaimana ia bisa kembali sendiri di tempatnya semula, tanpa ada orang yang mengetahuinya. Wallahu a’lam.
- Sumur, di sebelah selatan gentong terdaoat sumur yang tidak pernah kering di musim kemarau kendatipun sumur-sumur yang lain mengalami kekeringan.
- Watu kloso (batu tikar), tepatnya di Sebelah selatan sumur ada batu tersebut adalah tempat sujud Eyang Nur Kandam tatkala sholat dengan atsar kedua telapak tangan, dahi, lutut dan jari kaki beliau. Salah seorang canggahnya yang spiritualis pernah menyatakan bahwa Eyang Nur Kandam adalah juga seorang Wali (Waliyullah).
![]() |
| Makam Eyang Nur Khandam |
![]() |
| Peninggalan Gentong atau Padasan |
![]() |
| Watu Kloso: "Pasujudan Eyang Nur Khandam Saat Beribadah |
![]() |
| Peninggalan Sumur Njobo (atas) dan Ndalem (bawah), yang tidak pernah kering saat kemarau |
Makam beliau sampai sekarang masih banyak diziarahi oleh cucu dan dzurriyah beliau yang bertebaran di penjuru Nusantara.
Mbah H. Sholeh (Kromojoyo )
Mbah Haji Sholeh atau Kromojoyo dilahirkan tahun 1860, setelah usia 15 tahun beliau menyunting seorang gadis dusun yang sama bernama siti Fatimah. setelah beliau berdua mengarungi hidup berumah tangga terketuklah hatinya untuk mencari tempat keluar dari daerah Yogya menuju ke timur. dalam perjalanan selama tujuh hari tujuh malam memasuki hutan belantara sampailah beliau berdua di daerah timur yang sekarang dikenal dengan nama Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Disinilah beliau berdua mulai mengadu nasib dengan jalan membuka lahan baru di kawasan hutan Bagorejo. Menurut Cerita orang-orang tua nya orang-orang Mataramlah yang dapat membuka lahan baru di daerah ini karena masih angkernya hutan tersebut,
Kemudian beliau mendirikan sebuah gubuk/rumah yang tinggi yang tidak dapat dijangkau oleh binatang buas, sebab di tempat itu setiap malam selalu ditunggui oleh harimau dan singa. Gubuk tersebut dihuni oleh orang orang pendatang dari Mataram ( Jogjakarta ).
Di siang hari mbah Haji Sholeh sekeluarga menebang pohon pohon yang besar dibuat lahan baru. Waktu itu bila kehabisan bahan makanan mbah Haji Sholeh pergi ke pasar Gantung mencari beras dan lain-lain dalam perjalanan 2 hari 2 malam berjalan kaki. Bila mendapatkan beras 10 kg maka dapat digunakan untuk makan sekeluarga selama tujuh bulan, disamping makan daun-daunan.
Kehidupan mbah Haji Sholeh yang memprihatinkan ini memakan
waktu cukup lama sehingga banyak areal lahan baru yang dimiliki dan selama itu
pula beliau dikaruniai beberapa orang putra putri yaitu : 1). U – wuh (Haji
Siti Asiyah), 2) Cikrak (Mustirah), 3) Sarak (Haji Ridwan), 4) Sapon (H.
Rodiyah ), 5) Kuru (Tuminem), 6) Tompo (St. Khotijah).
Di dalam kehidupannya mbah Haji Sholeh sering mengumpulkan orang orang miskin untuk diberi makan, setelah itu orang-orang tersebut diberi nasehat dan diarahkan untuk meningkatkan ibadah kemudian diberi lapangan kerja dengan menggarap – lahan yang telah dibuka.
Setelah lahan tanah yang dimiliki mbah Haji Sholeh semakin banyak maka timbullah minat mbah Haji Sholeh untuk menambah keturunan dengan mempersunting seorang janda bernama Siti Mariyam dan dikaruniai dua orang putra putri yaitu: Haji Masduki dan Sri Atun.
Suatu ketika Mbah Haji Sholeh melaksanakan ibadah haji sewaktu di Mekah terjadi perang WAHABI. Ibadah haji yang pertama kali ini diikuti oleh mbah haji Syakur dan mbah haji Mansur yang memakan waktu 7 bulan. Kemudian ibadah haji yang kedua waktu itu mbah Siti Fatimah dalam keadaan hamil (Tuminem) dan membawa serta pu tra dan menantu nya untuk menunaikan ibadah haji yaitu : 1. Haji Abd. Rohim, Haji Ridwan, H. Siti Asiyah, Haji Ghozali, Haji Masduqi, H. Siti Mariyam
Mbah Haji Sholeh termasuk orang yang turut babat tanah di
Gumukmas tepatnya di Desa Bagorejo. Kini desa ini telah ramai dan makmur karena
banyak pendatang yang turut menetap di daerah ini. Jejak peninggalan beliu
adalah bekas pondasi rumah joglo beliau yang berada di barat MTs Darul Huda
bersebelahan dengan SDNU Bagorejo yang dibangun diatas tanah beliau yang
diwakafkan saat itu oleh salah satu putra beliau Mbah H. Ridwan. Sebagai ciri
khas utama keturunan pejuang Mataram adalah peninggalan pohon sawo. Mbah Haji
Sholeh wafat di Bagorejo pada tahun 1938 dan dimakamkan di pemakaman umum desa
Bagorejo Kecamatan Gumukmas. Sesuai dengan nama beliau, semoga anak dan
keturunannya dijadikan hamba yang shalih dan shalihah, dan dikumpulkan bersama
kelak akhirat dalam lingkar Syafaat Rasulillah SAW. Al Fatihah……
.webp)





Komentar
Posting Komentar